Senin, 17 Agustus 2015

Happy Independence Day, Indonesia !

(dari kiri ke kanan : Bapak Mudjab Widjaya, Galuh Pandu Larasati, 
Ibu Widayati Sri Wulandari, Lintang Pandu Pratiwi ) 
 
Ibu, Bapak, adik, dan saya seusai upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia siang ini. Mengharukan rasanya melihat antusiasme dan gelora semangat yang tergambar jelas di raut wajah Bapak dan Ibu saat mengangkat bendera merah putih untuk menghormati kemerdekaan bangsa Indonesia. Bapak yang berusia hampir 80 tahun merupakan saksi hidup detik-detik Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945. Menyaksikan drama kemanusiaan penjajahan dengan segala persoalannya, rakyat Indonesia sebagai pesakitan, berbusana kain blacu, didera cemas akan perang yang tak kunjung henti, jerit tangis, kematian, dan darah yang tertumpah di mana-mana.

Terimakasih para pahlawan yang bertempur seperti singa-singa berani. "Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar jadi bangsa yang hebat. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita," demikian kata Bung Karno. Jauh sebelumnya gaya revolusi dan buah pikiran Tan Malaka.menginspirasi rakyat untuk merdeka dari penjajah, kemerdekaan juga tak lepas dari peran diplomasi Sjahrir dan pemikiran visioner dari Bung Hatta. Sejarah berdirinya republik tak pernah habis untuk dibahas.

Tahun kemarin, untuk menghormati hari kemerdekaan, warga di sekitar tempat tinggal kami mengadakan malam tirakatan. Warga memberikan sumbangsih buah pemikirannya untuk memeriahkan acara ini. Tak ketinggalan pula kami, Ibu menyanyikan lagu-lagu tentang perjuangan, Bapak memberikan sambutan bicara tentang riwayat proklamasi, saya membaca puisi, dan adik sebagai pembawa acara.

Namun agak terlena, tahun ini tak terlihat semangat itu. Bahkan tak satupun rumah yang nampak memasang bendera merah putih. Sedih rasanya memikirkan itu.
Sebagai bangsa Indonesia, kita sepatutnya memahami bagaimana negara ini berdiri dan belajar dari sejarah. Perjuangan para pahlawan membawa kita sampai ke titik ini, di mana kita bebas bernafas dan bebas berkarya. Meski bangsa ini masih tercabik-cabik dan belum sepenuhnya merdeka.

Jangan sampai semangat itu lumat terkubur dalam-dalam.

Mari kita berkarya. Mari kita bekerja.


MERDEKAAA !!!



Batu, 17 Agustus 2015

Sabtu, 15 Agustus 2015

Kreasi Tenun Ikat

Illustration by Lintang Pandu Pratiwi
Photography by Galuh Pandu Larasati






 
This year has been incredible so far. Many media have been interviewing me ( Net Tv, Malang Tv, Malang express, Malang Post, malangvoice.com, Cita Cinta Magazine, Kompas ) for my work as children's book author, illustrator, and fashion blogger. Thankyou so much! It's always good to have my work appreciated :)

This year, i have set aside my time for collaborations with different brands. One of my favourite brands is from Kreasi Tenun Ikat ! Look at this beautiful dress ! I couldn't helped myself, i am really in love with this dress made with kain tenun ikat. The texture and colour, every single ornament and design on tenun ikat is just amazing. And also it is an Indonesian/local label so it makes me so proud.

I wear this beautiful Kreasi Tenun Ikat dress on my interview for Net Tv. See the full video on https://youtu.be/t9uJSOH7MUY